FUNGSI AGAMA



Keluarga adalah tempat pertama anak mengenal nilai keagamaan. Anak-anak dididik agama sejak dini, ayah menjadi imam dan ibu mengenalkan anak-anak pada generasi sahabat. Ayah dan ibu menjadi penyampai ajaran Islam, anak-anak menjadi sasaran pertamanya. Namun, banyak keluarga yang tak lagi menjadikan agama sebagai pondasi dalam interaksi, melainkan nilai-nilai liberal. Seperti keluarga yang mengabaikan aspek spirutual, membebaskan anaknya memilih sendiri agamanya, atau menyekolahkan anak ke sekolah beda agama. Hal semacam ini tidak sejalan dengan fungsi relijius Tugas kepala keluarga adalah untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini. Ayah dan ibu berkewajiban untuk mendidik anak laki-laki dan perempuan sejak dini dalam menjalankan fungsi keagamaan sebagai landasan pendidikan karakter. Ayah mengajarkan anak membaca kitab suci, membimbing anak dan istri memahami kandungannya. Fungsi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan keluarga dan anggota-anggotanya agar tetap dan makin bertambah iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan ini penting, mengingat di era globalisasi seperti sekarang ini, permasalahan keluarga semakin ruwet dan kompleks. Persoalan hidup telah merambah ke hampir semua aspek kehidupan keluarga. Bila permasalahan dan persoalan hidup itu tidak dapat diatasi, tentu akan menumbuhkan rasa kecewa dan putus asa. Bila rasa putus asa tidak diimbangi dengan rasa iman dan taqwa, jelas akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi kehidupan keluarga maupun anggota-anggotanya.
Misalanya dalam kehidupan sehari-hari moral yang ditanamkan adalah
Ketakwaan: Tidak meremehkan orang lain, semuanya sama, tidak ada yang lebih tinggi. Memberikan pengertian bahwa yang membedakan seseorang itu adalah ketakwaannya kepada tuhan.
Kejujuran: Berperilaku jujur dalam ucapan maupun perbuatan terhadap siapapun. Menjelaskan manfaat berperilaku jujur dan menceritakan contoh-contoh orang yang berperilaku jujur. Tunjukan rasa percaya ketika anak berbicara dengan kita.
Disiplin: membiasakan diri dalam menjalankan ibadah tepat waktu (tidak menunda-nunda), selalu tepat waktu dan mengikuti segala atauran yang ada.
Sopan santun: membiasakan mengucapkan salam ketika bertemu, keluar dan masuk rumah. Pamit ketika ingin meninggalkan, sopan dalam bergaul baik dari ucapan maupun perbuatan.
Kepedulian: berkunjung ke panti asuhan, saudara, tetangga yang sedang terkena penyakit dan saling membantu dalam berbagai hal.
Bersukur: Membiasakan mengucapkan terima kasih ketika meminta tolong kepada orang lain, mengucapkan terima kasih ketika orang tua atau anak memberikan sesuatu. Membiaskan bersyukur terhadap tuhan atas segala yang telah diberikan.

Komentar

Postingan Populer