REVIEW BUKU: SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT
Mungkin
kita akan dibuat bingung dan bertanya-tanya ketika membaca judul buku ini. Namun banyak pelajaran yang bisa
kita ambil untuk menigkatkan pengetahuan dan menjadi pelajaran dalam hidup.
Bodo amat merupakan tidak akan takut dalam menghadapi masalah, setiap ada masalah
akan dihadapi agar tidak menumpuk. Bodo
amat adalah perasaan nyaman menjadi berbeda, karena pada dasarnya semua orang
itu berbeda dan tidak semua orang itu istimewa.
Masalah adalah variabel yang
konstan dalam kehidupan kita. misalnya dalam kehidupan sehari-hari ketika kita semua menginginkan hidup sehat dan kita ingin melakukan
olahraga bersama-sama dengan teman-teman kita.
Masalah akan
yang timbul
ketika melakukan olahraga
adalah kita harus iuran uang, kemudian kita harus bangun pagi-pagi. Hal ini dilakukan agar sampai
di tempat olahraga tepat waktu, selain itu kita juga harus mandi dan ganti pakaian agar tidak menimbulkan
aroma yang tidak dinginkan.
William James
yang dilahirkan dari keluarga kaya dan masa
kecilnya mengalami kebutaan temporer dan mengalami kejang urat punggung yang menyebabkan dia tidak bisa duduk dan berdiri tegak
selama berhari-hari.
Berkat
koneksi ayahnya James di terima
di Fakultas Kedokteran Harvard University, tetapi dia merasa dirinya lebih pantas sebagai pasien daripada calon dokter. Ia merasa dikecewakan dan merasa tidak disayangi oleh keluarganya. Suatu saat diam-diam
ia keluar dari Harvard University dan mengikuti
ekspedisi ke hutan hujan Amazon hingga ia berhasil melakukanknya. Ketika di hutan
tersebut dia menglamai kejang urat punggung
dan terkena penyakit
cacar air, dengan
keadaan yang begitu parah ia
ditinggalkan oleh anggota ekspedesi lainnya.
Ajaibnya
James berhasil pulang kerumahnya dengan selamat, waktu itu usianya sekitar 30 tahun.
Saat pulang
kerumah James mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Ayahnya, yaitu rasa marah dan kecewa
luar biasa
yang dilontarkan ke James. Sehingga ia
prustasi dan sempat
terfikir untuk bunuh
diri.
Dalam keadaan tersbut James membaca sebuah buku dan
bertekad untuk 1 tahun ke depan, bahwa 100% akan bertanggung jawab
terhadap hidupnya. Dia berfikir bodo amat jika ia menghadapi kegagalan dan apapun yang menghalanginya
akan dia hadapi.
Dengan kerja kras yang dilakukan, akhirnya dunia mengenal William James
sebagai bapak psikologi Amerika, ia juga dikenal sebagai seorang filosof dan juga cendekia yang mengajar di Harvard University. James berkeliling Amerika dan Eropa untuk mengajarkan
tentang ilmu kejiwaan.
Mark berkata bahwa tidakan kita, reaksi
kita serigkali dipengaruhi perasaan. Ketika kita
kecewa, kita merasa diatas kekecewaan itu sendiri, kita merasa bersalah berarti
kita berada diatas kesalahan kita itu sendiri,
kita kemudian marah, itu disebabkan oleh
amarah kita sendiri, itu semua menghasilkan
perasaan yang negatif seperti
lingkaran setan. Apalagi di era
media sosial seperti sekarang ini, seringkali kamu mersa terpuruk,
maka dalam hitungan menit kamu akan dibombardir dengan foto-foto yang menunjukan betapa banyaknya orang yang sedang bahagia,
orang-orang yang menikmati kehidupannya.
Mark mengatakan bahwa yang namanya kesalahan atau kegagalan itu adalah bentuk lampau atau past tanse, yang namanya tanggung
jawab adalah bentuk sekarang atau present tanse, hal
itulah yang disadari
William James sehinga membuat orang
tuanya bangga dan bahagia begitu juga dirinya sendiri.



Komentar
Posting Komentar