AKU DAN APA YANG KULAKUKAN
AKU DAN APA YANG KULAKUKAN
Seluruh dunia kini disibukkan dengan sautu
fenomena yang luar biasa, semua stasiun televisi terus memberikan informasi dan
edukasi tiada hentinya. Suatu hal yang memang sudah diduga sebelumnya namun
tidak terprediksi kedatanganya. Adanya wabah yang melanda setiap negara terus
menyebar kemana-mana, termasuk negara Indonesia. Indonesia termasuk negara yang
padat penduduknya yaitu berkisar 271.066.000 jiwa (kompas.com 2020). Sayalah
salah satu dari jutaan penduduk tersebut.
Minggu lalu saya masih merasakan sibuknya
bekerja pada sebuah perusahaan tambang yang berada di DKI Jakarta. Kerja bareng,
makan bareng, dan beraktifitas normal seperti biasanya. Awalnya saya tidak mengira
dengan datangnya wabah yang melanda Indonesia begitu cepat dan sangat besar
persentase tingkat kematiannya. Hal tersebut membuat pekerja ataupun semua
karyawan harus memutar otak agar tidak terjadinya penularan secara besar
besaran, ya inilah yang terjadi. Akhirnya sayapun ikut merasakan dampaknya,
yaitu harus bergantian secara sistematis untuk mengisi bangku kerja di kantor.
Namun hal ini tidak berlajan lancar, karena situasi yang semakin memburuk
membuat kegiatan kantor harus dirubah menjadi kegiatan rumah, dengan istilah
WHF (Work From Home).
Tidak sampai disitu saja, kita sebagai
anak internship untuk seluruh divisi diharuskan untuk berhenti hingga saat ini
saja. Keputusan ini diambil tidak sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati
diawal. Namun dari pihak perusahaan menjelaskan bahwa student learning yang sekarang masih aktif terpaksa harus
dihentikan, karena meraka khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang
terjadi pada kita. Belum lagi kita sebagai internship
tidak memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan tersebut. Untuk mencegah
hal yang tidak diinginkan, kita semua terpaksa harus cukup sampai disini.
Berhubungan dengan kontrak yang
disepakati, kita semua tetap mendapatkan hak hak yang harus kita dapatkan, baik itu berupa surat menyurat
ataupun yang berhubugan dengan keuangan. Dengan berhentinya kegiatan internship, saya sekarang lebih
menfocuskan diri untuk megejar ketertinggalan pengerjaan tugas akhir yang harus
kita lakukan secara online denga menggukanan aplikasi, mengikuti pembinaan bersama
sebagai penerima beasiswa dari instansi
terkait. Pembinaan ini membahas tentang virus Covid-19 yang menjadi topik
pembicaraan diseluruh dunia.
Dibalik itu saya juga harus menjaga kesehatan
agar terus sehat dan tidak tertular dari wabah yang melanda. Mengkonsumsi buah
2 kali sehari setelah makan, minum rebusan rempah – rempah yang sudah menjadi
andalan keluarga, serta selalu higenis dalam segala aktivitas. Semoga wabah ini
cepat berlalu dan Indonesia bisa kembali seperti semula. Menjadi kota ataupun
negara mati bukan hal yang diinginkan masyarakat ataupun pemerintah. Namun, bukan
hal yang tidak mungkin ini akan terjadi. Tetap waspada dan tetap dirumah.


Komentar
Posting Komentar